#NyalaUntukYuyun

yuyun
#NyalaUntukYuyun adalah aksi solidaritas netizen terhadap kasus pemerkosaan yang terjadi pada Yuyun

Beberapa hari ini kasus Yuyun sedang menyedot perhatian publik. Pelajar berusia 14 tahun ini tewas setelah dianiaya dan diperkosa oleh 14 pemuda di Bengkulu pada bulan April 2016 lalu. Meski kejadiannya sudah lumayan lama, namun baru beberapa hari ini kasus ini mulai muncul di media. Mengapa?

“Oh, kasus pemerkosaan lagi.. Oke. Lanjut. Kadang itu lebih menyakitkan daripada kejahatannya sendiri,” ujar Kartika Jahja, aktivis dan musisi independen di Twitter.

“Banyak yang menganggap bahwa kasus pemerkosaan ‘tidak leih penting’ daripada misalnya, kasus korupsi,” kata pemilik akun @csi_wulan di Twitter.

Berita mengungkap bahwa kasus pemerkosaan yang terjadi pada Yuyun dilakukan oleh 14 pemuda yang berusia dibawah 20 tahun. Lima diantaranya tercatat sebagai pelajar sedangkan yang lainnya sudah putus sekolah. Sebelum kejadian, para tersangka sedang berpesta tuak lalu tidak lama kemudian, korban yang baru pulang sekolah dan masih mengenakan seragam SMP lewat dan langsung dicegat oleh para tersangka. 12 tersangka sudah ditahan sedangkan 2 lainnya masih buron. Para tersangka diancam hukuman 30 tahun penjara dan dikenakan pasal berlapis.

Kasus kekerasan seksual terus meningkat

Menurut data dari Komisi Nasional Perlindungan Anak tahun 2015, tingkat kejahatan tertinggi di Indonesia masih dipegang oleh kasus kekerasan seksual. Ini tentunya sangat memprihatinkan.

Banyak pertanyaan yang kemudian muncul:

  • Mengapa bisa terjadi kasus demikian?
  • Mengapa anak dibawah umur tersebut bisa berpesta tuak dan mabuk-mabukan? Kemana orang tua mereka?

Jelas ini merupakan salah satu tugas besar pemerintah. Kasus seperti ini bisa saja terjadi karena berbagai macam hal, mungkin saja karena kurangnya didikan dari orang tua, tidak mendapatkan pendidikan formal yang layak, salah pergaulan, dll.

Tapi, diluar itu, there is one big question..

Mengapa kasus pemerkosaan terus saja terjadi?

Sebagian besar dari kita pasti tahu dan sering mendengar..

“Makanya kalau keluar jangan pakai baju yang seksi / hot pants/ rok minim…”

“Tuh makanya jangan suka pulang malam..”

“Orang tuanya pasti ga becus urus anak perempuannya..”

Itu beberapa contoh kalimat yang sering kita dengar. Masyarakat cenderung menyalahkan korban dan faktor lain yang terkait dengan korban, daripada mempertanyakan tindak kriminal pelaku. Inilah yang membuat banyak perempuan enggan melaporkan kekerasan seksual yang mereka alami. Dan sebagian besar dari mereka akan merasa malu dan cenderung menyalahkan diri sendiri, karena itulah yang sering didengar dan ditanam dalam otak kita.

It’s not fair!

Saya rasa ini sangat tidak adil ketika para perempuan selalu diajarkan untuk menjaga diri mereka sendiri namun laki-laki tidak pernah diajarkan untuk mengendalikan nafsu birahi mereka, sehingga saat kekerasan seksual terjadi, pihak yang bersalah bukanlah pelaku, namun korban. Ini sangat lucu sekaligus memprihatinkan. Do you know that perempuan yang berpakaian super tertutup saja bisa menjadi korban kekerasan seksual? Lalu ini salah siapa?

So, I think we should stop blaming the victim..

quote-rape-is-one-of-the-most-terrible-crimes-on-earth-and-it-happens-every-few-minutes-the-kurt-cobain-50-19-65
Well said..
Share

Segala sesuatu itu bukan tentang Uang

Saat berjumpa dengan seseorang (orang penting), ikut terlibat dalam kepanitiaan suatu acara, saya seringkali ditanya, “Eh kamu dapat berapa? Ada komisinya ngga?” Biasanya, saya hanya tersenyum saja. Klasik. “Yah, rugi donk kalau kamu nggak dapat uang. Buat apa sibuk ikut-ikutan sana sini kalau ngga ada uangnya?”

Well guys, saya ingin memberitahu bahwa tidak segala sesuatu harus diukur dengan materi atau uang. Ngga munafik, siapa orang di dunia ini, yang tidak menginginkan uang? Tapi, jangan jadikan uang menjadi prirotas utama di dalam segala aktivitas yang kamu lakukan. Banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Mendapatkan teman baru, jaringan baru, dan terlebih lagi pengalaman. Semua hal itu tidak bisa dibeli dengan uang.

Nikmati setiap prosesnya,dan hasil yang baik akan mengikutinya 🙂

Share

Seandainya waktu bisa diputar kembali

Infinity-Time1

Semua dari kita pasti pernah memikirkan tentang hal ini. “Seandainya waktu bisa diputar kembali, pasti saya akan….”

Setiap orang, termasuk saya, pasti pernah mengalami penyesalan dalam hidup dan berharap waktu dapat diputar kembali. Apakah mungkin?

Tidak, waktu tidak mungkin dapat berputar kembali. Dan sadarkah bahwa sebenarnya apa yang telah terjadi di dalam hidup, itu membawa perubahan untuk diri kita yang sekarang? Kalau tidak ada hal-hal buruk yang terjadi di masa lalu, mungkin tidak ada kita yang hari ini. Kalau tidak ada kegagalan-kegagalan yang kita lewati, mungkin saja kesuksesan tidak ada bersama kita hari ini.

Seandainya waktu bisa diputar kembali, maka tidak akan ada lagi orang yang melakukan kesalahan. Kesalahan yang kita lakukan di masa lalu adalah pengalaman. Pengalaman, adalah guru terbaik yang menjadikan kita seperti hari ini.

Tidak, waktu tidak akan berputar kembali. Waktu terus berjalan, waktu tidak pernah menunggu kita satu detik pun. Ia terus berjalan dan lewat di dalam kehidupan kita.

Waktu tidak akan pernah kembali. Do what you can, with the best you have. Spend your time with your family and friends. Love yourself, and never regret. Coz’ time will never come back.. Never come back…

 

Share

Penyesalan selalu datang terlambat

Ya iya, kalau datang tepat waktu namanya bukan penyesalan, dan kalau datang di awal namanya bukan penyesalan, tapi pendaftaran 😀

Setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanya penyesalan. Sudah berbuat sesuatu eh ujung-ujungnya nyesal. “Kenapa dulu saya ngelakuin hal ini ya? Kalau tau gini akibatnya, pasti ga bakalan saya ulangi.” Ya KALAU TAU. Kalau tau hasilnya bakalan begini dan begitu, kita ya nggak bakalan melakukan kesalahan.

Setiap manusia pasti pernah mengalami penyesalan. Karena penyesalan itulah, manusia bisa belajar agar tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, agar tidak timbul penyesalan yang sama pula.

Udah terjatuh sekali, masa harus terjatuh lagi di lubang yang sama? #thinktwice

Bagaimana caranya agar tidak mengalami penyesalan? Ya berpikir dulu baru bertindak. Tapi kalau masih terjadi penyesalan itu, ya berarti kita yang harus mengoreksi diri. Lihat dimana salah kita, evaluasi diri, dan bercermin pada diri sendiri.

Cara agar tidak terjebak dalam penyesalan adalah dengan melihat penyesalan itu sebagai sebuah pembelajaran. Pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Share

Ngaca dulu…

download (1)

Sebagai manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan, membicarakan orang lain tentu menjadi salah satu “topik” kita, tinggal apa saja yang dibicarakan – kebaikannya atau keburukannya.

Membicarakan kebaikan orang baik itu baik, artinya kita menyebarkan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain kepada orang lainnya. Namun jika membicarakan keburukan orang?

Membicarakan keburukan atau kekurangan orang lain menurut saya tidak salah kok. Artinya kita sedang melakukan semacam evaluasi kepada orang lain. Tapi terkadang kita lupa, kalau kita juga sebenarnya tidak lebih baik dari orang itu.

Salah satu teman di Facebook saya pernah berkata : “Mengkritik orang lain itu bagus… Karena bisa membawa perubahan bagi orang lain… Sayangnya, yang dikritik bertumbuh… Sementara kita yang sibuk mengkritik malah stag gak maju-maju karena lupa memperbaiki diri sendiri gara-gara terlalu sibuk mengkritik orang lain…”

Terkadang, kita terlalu sibuk membicarakan dan membahas keburukan orang, tapi kita sendiri lupa ngaca. Apakah kita sudah melakukan hal-hal yang lebih baik dari dia? Apakah kita sudah memperbaiki diri menjadi lebih baik? Apakah kita ingat untuk meningkatkan kualitas diri kita menjadi lebih baik daripada sebelumnya? Atau apakah kita hanya sibuk menilai dan menghakimi orang lain?

Hanya kita sendiri yang tahu jawabannya.

Sebelum sibuk mengurusi keburukan orang lain, ada baiknya kita NGACA DULU ~

Silahkan bagikan tulisan ini kepada teman-teman Anda yang membutuhkan dan semoga bermanfaat! 🙂

 

Share