“Kejam” terhadap diri sendiri

Jika engkau keras terhadap kehidupan, maka kehidupan akan lunak kepadamu. Namun, jika engkau lunak kepada kehidupan, maka kehidupan akan keras kepadamu. ~ pepatah

“Bukannya sebaiknya kita mencintai dan menyayangi diri kita sendiri?” tanya saya kepada salah satu kenalan saya.

“Ya benar, memang sepatutnya kita menyayangi dan mencintai diri kita sendiri, tapi bukan berarti kita jadi memanjakan diri. Bermalas-malasan dan tidak disiplin,” jawabnya.

“Terkadang, kita perlu kejam terhadap diri sendiri. Disiplin terhadap diri sendiri. Tertib terhadap diri sendiri. Memegang komitmen yang sudah kita buat, dan berusaha mati-matian untuk mencapai tujuan yang kita inginkan dalam hidup,” lanjutnya.

“Kejam terhadap diri sendiri artinya juga mendisiplinkan diri dan secara konsisten membuat peraturan untuk diri sendiri. Misalnya setiap pagi bangun jam 6 pagi. Ya kalau udah di-set seperti itu harus disiplin. Setiap pagi, gimanapun caranya, apapun ceritanya, tetap harus bangun jam 6 pagi. Kejam? Ya!” dia menegaskan.

“Agar bisa mencapai kesuksesan dalam hidup, kita harus “kejam” terhadap diri sendiri. Gagal? Coba lagi! Bukannya sibuk mengasihani diri sendiri. Sewaktu kita mengasihani diri sendiri dan tidak mau berusaha, kita sesungguhnya sudah gagal!” beliau kembali melanjutkan.

“Jadi intinya sebelum tujuan kita tercapai, kita memang harus kejam terhadap diri sendiri dan mendisiplinkan diri ya Pak?” saya kemudian bertanya.

“Iya. Tapi perlu diingat kalau disiplin diri itu memang merupakan suatu keharusan dan harus dibiasakan. Jangan dikit-dikit malas, dikit-dikit nyerah, dikit-dikit pasrah dan gak mau usaha. Selagi mampu, hajarr aja. Jangan mudah kasihan dengan diri sendiri. Gitu loh..” jelasnya sambil tertawa.

Saya mengangguk-anggukkan kepala lalu kembali menyeruput secangkir kopi panas di atas meja. Slurpp!

—–

Silahkan bagikan tulisan ini kepada teman-teman Anda yang membutuhkan dan semoga bermanfaat! 🙂

 

Share

Berbahagia saat ini

Banyak dari kita menunggu waktu yang tepat untuk berbahagia, padahal kita bisa berbahagia sekarang, detik ini juga. Menurut artikel yang saya baca di Selfgrowth.com, ada 3 tips yang bisa kita ikuti untuk berbahagia sekarang, tanpa harus menunggu “nanti” :

  1. Berterimakasihlah setiap saat

Kapan terakhir kali kita berterima kasih dan bersyukur? Seberapa bagus hal itu berdampak dalam hidup kita? Bukankah bagus untuk memiliki perasaan seperti itu setiap hari?

Bukan hanya hal-hal yang besar, tapi bahkan hal-hal kecil pun bisa membuat kita bahagia. Terserah pada kita bagaimana kita melihat hal-hal yang terjadi di dalam hidup kita.

Dengan berfokus pada apa yang bisa kita lakukan (daripada apa yang tidak kita punya), kita akan menemukan banyak kemudahan untuk berterimakasih dan bersyukur bahkan pada hal-hal yang kecil.  As a result, we’ll get to have that good feeling all the time – and we’ll be a much happier person!

  1. Beristirahat sejenak

Bekerja keras memang hal yang positif. Tapi terus-terusan bekerja juga tidak dianjurkan. Terkadang, kita perlu berhenti sejenak dari rutinitas dan mencari beberapa udara segar alias refreshing. Ibarat seorang penebang pohon yang menebang pohon tanpa henti. Ia perlu berhenti sejenak, beristirahat, mengumpulkan tenaga dan mengasah kapaknya. Beristirahat bukan berarti berhenti, melainkan memberikan waktu kepada diri sendiri untuk melakukan evaluasi pada apa yang sudah kita lakukan. “Me time” itu memang sangat diperlukan.

Berjalan-jalan, membaca buku, mendengarkan musik, atau melakukan aktivitas lain yang menantang juga bisa membantu. Bisa melihat postingan saya sebelumnya tentang aktivitas yang bisa membantu mengurangi stress.

  1. Enjoy the ride

Terkadang, kita tidak berbahagia karena kita terlalu berfokus pada hasil, bukan proses. Setiap kali kita melakukan sesuatu yang membuat kita jauh lebih dekat dengan tujuan kita (tidak peduli seberapa kecilpun  itu), kita sebenarnya sedang membuat suatu kemajuan. Jika kita tidak melakukan hal-hal yang kita cintai, maka cintailah hal-hal yang kita lakukan. But if possible, do both 🙂

Kebahagiaan adalah Pilihan. Tentu saja, ada hal-hal di dalam hidup ini yang membuat kita tidak bahagia, tapi itu kembali pada kita, seberapa lama kita dapat bertahan di dalam ketidakbahagiaan dan segera menemukan cara yang baru untuk berbahagia kembali.

Share

Apa itu Bahagia?

Bagi sales, dapat orderan itulah kebahagiaan.

Bagi orang miskin, uang itulah kebahagiaan.

Bagi orang sakit, kesehatan itulah kebahagiaan.

Bagi yang single, pasangan hidup itulah kebahagiaan.

Bagi mahasiswa, gelar sarjana itulah kebahagiaan.

Bagi pengangguran, mendapatkan pekerjaan itulah kebahagiaan.

Bagi yang kebanyakan bekerja, liburan itulah kebahagiaan.

Bagi orang tua dan anak, berbakti itulah kebahagiaan.

Bagi orang lumpuh, bisa berjalan itulah kebahagiaan.

Bagi ibu-ibu kaya, shopping itulah kebahagiaan.

Bagi politikus, jabatan itulah kebahagiaan.

Bagi selebritis, popularitas itulah kebahagiaan.

Semua orang punya definisi kebahagiaan namun sedikit sekali yang mengatakan hidup dengan kasih sayang dan rasa syukur itulah kebahagiaan.

Kebahagiaan-kebahagiaan di atas sebenarnya bukanlah kebahagiaan, lebih tepat adalah kesenangan, kepuasan, dan kegembiraan yang singkat dan sementara.

Hanya kasih sayang dan rasa syukur yang mendatangkan sukacita, kedamaian, dan keceriaan.

Hanya kasih sayang dan rasa syukur yang mendatangkan kebahagiaan sejati dalam hidup.

Tersenyumlah hari ini. Tersenyumlah untuk menyambut cinta yang akan datang di dalam hidupmu.

Share the Love! 🙂

Share